BILUR RINDU UNTUK IBU

Merindumu malam ini
puncak resah pertengahan malam
Bulir bening jatuh di pipiku

Kuingin belaimu saat ini
Seperti biasa di malam sebelumnya
Sandarkan kepala di pangkuanmu
dan sekali waktu ingin kubisikkan
“karenamu, aliran darah belum kuhentikan dari nadiku”

Kuingin hadirmu detik ini
Resahku ingin wujudmu
Bukan selembar kertas
dan karena merindumu jiwaku melirih
‘Aku tak ingin nafas terhenti sebelum menemuimu”

Rinduku mencabik hati
Tapi ku yakin kau rasa resahku
Temui aku ibu,…..
Besok pagi, meski hanya diwakili suaramu

Makassar, 4/10/2003

Comments
4 Responses to “BILUR RINDU UNTUK IBU”
  1. Idi suwardi mengatakan:

    Kunjungan pagi hehehe😀, membaca tulisan ini menambah inspirasi dan pengetahuan. Sekalian saya share ke taman-teman, mogo-moga bermanfaat untuk yang lainnya.

  2. purnamaningsih mengatakan:

    Salam kenal dan terimakasih atas kunjungannya pak,…dan amien juga atas doanya pak🙂

  3. Hamdi Maspeke mengatakan:

    Untaian kata indah membuat aliran sungai di mataku………….. Semoga lindungan Allah selalu menyertai Bunda…

  4. Idi suwardi mengatakan:

    Selamat malam🙂 blokwalking nih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: